Pembelajaran Jarak Jauh Akibat Pandemi Covid-19

By | May 23, 2020

Keberadaan virus corona memberikan banyak perubahan pada berbagai bidang. Virus yang awalnya ditemukan di Wuhan, China pada tahun 2019 berhasil menggemparkan dunia bahkan hingga saat ini di penghujung tahun 2020.  Di Indonesia sendiri virus ini semakin meningkat seiring berjalannya waktu. Memakai masker, menjaga jarak, selalu cuci tangan dan di rumah saja merupakan penanganan yang terus diserukan oleh pemerintah. Meskipun banyak masyarakat di Indonesia yang masih tidak menaati peraturan tersebut, pemerintah tetap berupaya untuk menurunkan tingkat positif terhadap virus ini.

Upaya Pemerintah Dalam Atasi Virus Corona

Pemerintah selalu berusaha sekuat tenaga untuk memerangi dan memutus rantai dari virus corona ini. Langkah yang diambil adalah berusaha untuk menemukan masyarakat yang positif covid 19 ini dan mengobati serta mengisolasinya. Pemerintah akan memantau masyarakat yang bepergian dari kota satu ke kota lainnya. Atau bepergian dari luar daerah untuk dipantau apakah masyarakat tersebut positif atau tidak. Pemantauan ini dilakukan selama 14 hari sejak masyarakat tersebut melakukan kegiatan bepergian ke luar daerah.

Selain itu, pemerintah juga berusaha melakukan tracking pada masyarakat yang sudah dinyatakan positif terinfeksi. Pemerintah menelusuri dengan siapa saja masyarakat positif tersebut melakukan kontak. Masyarakat tersebut juga harus melakukan tes untuk memastikan apakah tertular atau tidak. Dengan begitu diharapkan pemerintah dapat segera mungkin untuk memutus rantai covid 19 ini. Karena sudah banyak sekali bidang yang terdampak oleh keberadaan virus ini. Salah satunya adalah pada bidang pendidikan.

Dampak Virus Corona Pada Bidang Pendidikan

Demi memutus rantai virus corona ini pemerintah meliburkan sekolah untuk beberapa waktu. Mulai dari bulan Maret hingga saat ini Desember. Hal ini tentunya sangat berpengaruh pada apa yang harus dilakukan oleh siswa, hingga apa yang didapatkan oleh mereka. Proses pembelajaran juga sangat terganggu karena keberadaan virus ini. Pembelajaran sekarang harus dilakukan secara daring atau melalui pembelajaran jarak jauh.

Pembelajaran jarak jauh Ini membutuhkan koneksi internet yang memadai. Sedangkan masih banyak sekali daerah di pelosok Indonesia yang masih belum dapat menikmatinya. Itu menjadi salah satu hambatan. Namun, tidak hanya itu saja masih ada banyak sekali hambatan dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh ini. Apa sajakah hambatan tersebut? Berikut adalah beberapa hambatan dalam pelaksanaan proses pembelajaran secara daring.

  • Kendala pertama yang harus dihadapi adalah tidak semua siswa memiliki handphone, laptop atau sarana apapun yang digunakan untuk pembelajaran jarak jauh ini. Keterbatasan ekonomi menjadi salah satu yang menyebabkan hal ini. Karena tidak semua masyarakat di Indonesia memiliki ekonomi yang cukup untuk memenuhi kebutuhannya. Sehingga kebutuhan primer seperti handphone dan laptop sulit untuk mereka dapatkan. Hal ini akan berdampak pada proses pembelajaran daring.
  • Kendala kedua yang dihadapi adalah handphone yang dimiliki masih jadul atau jaman dulu. Sehingga tidak bisa digunakan untuk pembelajaran jarak jauh. Handphone tersebut tidak support terhadap internet ataupun aplikasi yang harusnya digunakan untuk pembelajaran jarak jauh.
  • Kendala ketiga harus dihadapi adalah koneksi internet yang tidak memadai. Tidak semua daerah memiliki koneksi internet yang baik. Khususnya di pelosok daerah di Indonesia, masih banyak yang belum merasakan koneksi internet dengan baik.

Pembelajaran secara daring atau jarak jauh ini membuat guru, murid tidak dapat saling bertatap muka secara langsung. Bahkan murid yang baru masuk PAUD, SD, SMP, SMA hingga mahasiswa baru tidak bisa saling menyapa secara langsung.

Share Button